gili terawangan – pulau kecil nan cantik di lombok

Pagi itu, minggu tanggal 25 November 2007 kami telah berada di lobby hotel Jayakarta lombok. Di tengah-tengah kesibukan melaksanakan apa yang diamanatkan oleh Big Boss di kantor, kami luangkan waktu untuk mengistirahatkan pikiran yang selama ini dipenuhi dengan pekerjaan, mereset kembali pikiran yang telah jenuh, dan tune up untuk mendapatkan semangat baru.

Beberapa hari sebelumnya berkali-kali terdengar dari beberapa penduduk asli lombok akan keindahan sebuah pulau di sebelah utara pulau lombok. Dengan sangat bangga mereka menyebutnya gili terawangan sebagai tempat yang tiada duanya. Mereka punya pikirian bahwa belum ke lombok jika tidak mengunjungi gili terawangan. Berkali-kali juga kami diingatkan untuk tidak melewatkan kesempatan mengunjunginya.

Sebenarnya pagi itu bukanlah pagi yang cerah seperti pagi sebelum-sebelumnya. Gerimis hujan turun mulai dari malam. Angin laut bertiup menghembuskan hawa dingin disertai dengan deru ombak memecah di pantai. Udara terasa dingin membuat orang-orang malas untuk beranjak dari tempat tidurnya, apalagi hari itu hari minggu. Tetapi itu tidak berlaku bagi kami berempat. Pagi sebelum sarapan kami persiapkan perbekalan untuk perjalanan ke pulau yang membuat kami penasaran. Pakaian ganti, pakaian renang, handuk, topi, kaca mata, kamera, makanan kecil dan perlengkapan lainnya kami tata dalam tas ukuran sedang sebagai perlengkapan.

Jika pagi itu hujan tidak berhenti kami pasti tidak bisa berangkat. Karena jalan menuju penyeberangan curam dan berkelok-kelok, ditambah ombak yang akan menerpa kita saat menyeberang sangat berbahaya jika dipaksakan. Sekitar jam 8.00 WITA akhhirnya hujan berubah menjadi gerimis kecil-kecil. Akhirnya kami berangkat dengan menggunakan sebuah mobil kijang kapsul. Jalur yang kita lewati menyusuri sepanjang pantai lombok. Nyiur kelapa dan rumput liar dipadu dengan pasir putih membuat kami terkagum sepanjang jalan. Di tengah perjalanan hujan berhenti dan tiada lagi penghalang bagi sinar matahari menyinari indahnya pantai lombok.

Jam 10.00 akhirnya kita sampai di penyeberangan yang menghubungkan pulau lombok dan 3 pulau kecil lainnya yaitu gili air, gili meno, dan terakhir gili terawangan. Dari situ tampak oleh kami gugusan tiga pulau itu. Pulau yang paling ramai dikunjungi adalah gili terwangan, pulau yang paling luas. Dengan kapal kecil 2 orang nahkoda mengendalikan kapal yang berkali-kali dihantam obak. Karena sudah siang ombak akan menerpa kapal lebih kencang, dan sebaiknya kita duduk memegang erat pada bagian kapal dan menjauh dari sisi terpaan ombak. Sekitar 45 menit kami telah sampai di pulau itu. Ongkos naik perahu sekitar 10 ribu per orang.

Di pantai itu terlihat air yang berwarna hijau dan semakin ke tengah berubah menjadi biru. Subhanallah begitu indah, begitu sempurna Allah menciptakan bumi ini beserta isinya. Pasir putih, pantai yang landai dan tenang membuat hati kita tentram hanya dengan memandangnya.

Untuk level pulau kecil gili terwangan mempunyai fasilitas yang lengkap. Restoran, cotage(300 s.d 700 ribu), wartel, warnet, bar, listrik, air, dan fasilitas lainnya telah ada di pulau itu. Walaupun sebenarnya semua sumber daya diambil dari pulau lombok. Di pulau itu dilarang menggunakan alat transportasi yang berbahan bakar. Cidomo (sama dengan delman) dan sepeda (50 ribu) menjadi sarana transportasi utama. Dengan beberapa rupiah saja kita dapat mengelilingi pulau itu dengan menumpang cidomo atau menyewa sepeda.

Kami putuskan untuk menumpang kendaraan cidomo yang hanya dapat dinaiki oleh tiga orang penumpang. Hanya dengan 20 ribu perak kami sudah dapt mengelilingi pulau. Sekitar tiga puluh menit sampailah kita pada tempat snorkling, dimana kita dapat melihat indahnya pemandangan batu karang disertai ikan-ikan. Dengan uang sebesar 15.000 kami menyewa peralatan snorkling selama satu jam. Sebelumnya kami dipandu terlebih dahulu cara memakainya. Disana disediakan Glass Bottom Boat, berupa kapal yang tembus pndamg di bagian bawahnya dan memancarkan cahaya ke dalam laut sehingga kita dapat melihat pemdangan bawah laut. Selain itu juga disediakan peralatan diving dengan menyewanya seharga $ 50. Tapi sayang sekali kami tidak sempat untuk mencobanya. hiks hiks …

Daerah yang digunakan untuk snorkling adalah selat antara dua pulau, sehingga tidak ada ombak, dan relatif dangkal. Ikan warna-warni dan terumbu karang membuat kami tidak bosan-bosannya untuk terus menjelajah. Dan tak terasa 1 jam berlalu. Kami pun beranjak dari laut dan bersiap membersihkan badan yang dari asinnya air laut.

Pukul 14.00 kami telah berada di kapal yang akan membawa kami kembali ke pulau lombok. Kalaupun esok hari bukan hari kerja pastilah kami akan menginap di pulau itu. Namun senin menanti, serangkaian kegiatan telah menanti kami untuk menyelesaikannya. Dengan Enggan hati kami tinggalkan pulau nan indahnya itu, dan dalam hati kami mengucap tunggu kami suatu saat nanti kami kan kembali. (Lihat foto selengkapnya)

2 Responses to “gili terawangan – pulau kecil nan cantik di lombok”

  1. bundanya zaki Says:

    Prekk, kenapa ada foto bule lagi berjemur???
    huahahahaxhaxhax ternyata soeprek dah guede…..

  2. The Great Says:

    Sumpah yang ane liat pertama tu bulenya
    baru pantainya, padahal judulnya “gili Terawangan”
    hehehehe
    jaga dan lestarikan…

Leave a Reply